Rekomendasi

ads header

Baru

Injil Barnabas Yang Disangkal


Teks pada gulungan di atas menjelaskan; 
“Sebuah Alkitab berusia 1500 tahun telah ditemukan di Turki dan di dalamnya terdapat Injil Barnabas. Kitab tsb dipindahkan oleh Pemerintah Turki ke salah satu Museum mereka. Barnabas adalah salah satu murid Yesus Kristus, dan dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa Yesus tidak pernah disalib. Sebaliknya tertulis bahwa ia naik ke surga dalam keadaan hidup dan sebagai gantinya Yudas adalah orang yang disalib. Selain itu, alkitab kuno ini juga menyatakan bahwa Yesus bukan anak Allah tetapi hanya seorang Nabi yang menyampaikan firman Allah. Kitab ini juga menyebut Paulus sebagai seorang pedusta.
Injil Barnabas sudah diterima sebagai Injil Kanonik dalam Gereja-gereja Alexandria hingga 325 M. Iranaeus (130-200) banyak mengutip ayat-ayat dari kitab ini untuk mendukung monoteisme murni dalam upayanya menentang Paulus yang telah menyusupkan filsafat Platonis dari agama Romawi pagan ke dalam doktrin-doktrin Kristen. Iranaeus telah mengutip secara luas ayat-ayat dari Injil Barnabas untuk mendukung pandangannya. Hal ini menunjukkan bahwa Injil Barnabas sudah beredar pada abad pertama dan kedua Kristen.

Namun hasil Konsili Nicea pada 325 M memerintahkan agar semua naskah Injil asli dalam bahasa Ibrani harus dimusnahkan, termasuk, tentu saja Injil Barnabas. Sebuah dekrit resmi pun dikeluarkan bahwa barangsiapa kedapatan memiliki atau menyimpan kitab-kitab Injil asli ini akan dihukum mati.

Pada 383 M, Paus mengamankan salinan Injil Barnabas dan menyimpannya di perpustakaan pribadinya.

Pada tahun keempat Kaisar Zeno (478 CE), kerangka Barnabas ditemukan dan di dadanya ditemukan salinan Injil Barnabas yang ditulis oleh tangannya sendiri. (ACIA Sanctorum Boland Junii Tom II, Pages 422 dan 450. Antwerp 1698). Alkitab Vulgata yang terkenal tampaknya didasarkan pada Injil ini.

Paus Sixtus (1585-1590) memiliki seorang teman, Fra Marino. Ia menemukan Injil Barnabas di perpustakaan pribadi Paus. Fra Marino tertarik karena sebelumnya ia telah membaca tulisan Iranaeus di mana ayat-ayat Barnabas cukup banyak dikutip. Naskah dalam bahasa Italia ini pun kemudian diam-diam bergerak melalui tangan-tangan yang berbeda hingga akhirnya sampai kepada "seseorang dengan nama dan otoritas tinggi" di Amsterdam. Seseorang "yang semasa hidupnya sering mendengar tentang Injil Barnabas dan bersedia membayarnya dengan harga sangat tinggi". 

Setelah kematiannya, kepemilikan Injil Barnabas berpindah kepada JE Cramer, seorang Anggota Dewan Raja Prusia. Pada tahun 1713 Cramer menyajikan naskah ini ke pecinta buku terkenal, Pangeran Eugene dari Savoy. Pada tahun 1738 bersama dengan perpustakaan Pangeran itu, Injil Barnabas pun menemukan jalannya ke Hofbibliothek di Wina. Di sanalah sekarang naskah itu tersimpan.

Toland, dalam bukunya "Pekerjaan Lain-Lain" (diterbitkan secara anumerta pada 1747), Vol. I, halaman 380, menyebutkan bahwa Injil Barnabas masih ada. Dalam Bab XV ia merujuk pada Keputusan Glasian dari 496 CE dimana "Evangelium Barnabe" termasuk dalam daftar buku-buku terlarang. Sebelumnya juga sudah dilarang oleh Paus Innocent dalam 465 CE dan melalui Keputusan Gereja Barat dalam 382 CE.

Barnabas juga disebutkan dalam Stichometry dari Nicephorus No, Serial 3 Surat Barnabas Baris 1, 300. Dan sekali lagi dalam daftar Enam puluh Buku Serial No 17. "Perjalanan Dan  Ajaran Para Rasul. Serial No 18. Surat Barnabas. Serial No 24. Injil Menurut Barnabas. Sebuah versi Yunani dari Injil Barnabas juga ditemukan dalam fragmen tersendiri. Sisanya dibakar.

Teks Latin itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Suami-Isteri Ragg dan telah dicetak di Clarendon Press di Oxford. Buku ini diterbitkan oleh Oxford University Press pada tahun 1907. Namun anehya, seluruh terjemahan bahasa Inggris ini secara misterius menghilang dari peredaran. Dua salinan dari terjemahan ini diketahui masih ada, satu di British Museum dan yang lainnya di Perpustakaan Kongres, Washington, DC. Sedangkan edisi pertamanya berasal dari salinan mikro film dari buku di Perpustakaan Kongres, Washington, DC. 

***
Seru ya? Sebuah kitab Injil biasa tapi diperlakukan sedemikian luar biasa layaknya dokumen sangat rahasia dalam cerita-cerita filem spionase versi Holywood!
Bukan main! 
Transkrip asli
The text on the scroll describes; 
"A 1500 years old Bible was discovered in Turkey and inside it theres is Gospel of Barnabas. The book was moved by Turkish Government to one of their Museum. Barnabas was one of the disciples of Jesus Christ, and in the Gospel of Barnabas it states that Jesus was never been crucified. It reads instead that he rose to heaven while alive and Judas was the one on the cross instead. Additionally this ancient Bible declares that Jesus was not the son of God but only a Prophet who spoke the words of God. The book also calls apostle Paul the impostor.
The Gospel of Barnabas was accepted as a Canonical Gospel in the Churches of Alexandria till 325 C.E. Iranaeus (130-200) wrote in support of pure monotheism and opposed Paul for injecting into Christianity doctrines of the pagan Roman religion and Platonic philosophy. He had quoted extensively from the Gospel of Barnabas in support of his views. This shows that the Gospel of Barnabas was in circulation in the first and second centuries of Christianity.

In 325 C.E., the Nicene Council was held, where it was ordered that all original Gospels in Hebrew script should be destroyed. An Edict was issued that any one in possession of these Gospels will be put to death.

In 383 C.E., the Pope secured a copy of the Gospel of Barnabas and kept it in his private library.

In the fourth year of Emperor Zeno (478 C.E. ), the remains of Barnabas were discovered and there was found on his breast a copy of the Gospel of Barnabas written by his own hand. (Acia Sanctorum Boland Junii Tom II, Pages 422 and 450. Antwerp 1698) . The famous Vulgate Bible appears to be based on this Gospel.

Pope Sixtus (1585-90) had a friend, Fra Marino. He found the Gospel of Barnabas in the private library of the Pope. Fra Marino was interested because he had read the writings of Iranaeus where Barnabas had been profusely quoted. The Italian manuscript passed through different hands till it reached "a person of great name and authority" in Amsterdam, "who during his life time was often heard to put a high value to this piece". After his death it came in the possession of J. E. Cramer, a Councillor of the King of Prussia. In 1713 Cramer presented this manuscript to the famous connoisseur of books, Prince Eugene of Savoy. In 1738 along with the library of the Prince it found its way into Hofbibliothek in Vienna. There it now rests.

Toland, in his "Miscellaneous Works" (published posthumously in 1747), in Vol. I, page 380, mentions that the Gospel of Barnabas was still extant. In Chapter XV he refers to the Glasian Decree of 496 C.E. where "Evangelium Barnabe" is included in the list of forbidden books. Prior to that it had been forbidden by Pope Innocent in 465 C.E. and by the Decree of the Western Churches in 382 C.E.

Barnabas is also mentioned in the Stichometry of Nicephorus Serial No. 3, Epistle of Barnabas . . . Lines 1, 300. Then again in the list of Sixty Books Serial No. 17. Travels and teaching of the Apostles. Serial No. 18. Epistle of Barnabas. Serial No. 24. Gospel According to Barnabas. A Greek version of the Gospel of Barnabas is also found in a solitary fragment. The rest is burnt.

The Latin text was translated into English by Mr. and Mrs. Ragg and was printed at the Clarendon Press in Oxford. It was published by the Oxford University Press in 1907. This English translation mysteriously disappeared from the market. Two copies of this translation are known to exist, one in the British Museum and the other in the Library of the Congress, Washington, DC. The first edition was from a micro-film copy of the book in the Library of the Congress, Washington, DC.

This text is taken from the book published by The Quran Council of Pakistan, 11 A, 4th North Street, Defence Housing Society, Karachi-4, Pakistan.

The online text of the Gospel of Barnabas is brought to you by The Sabr Foundation.

For comments and suggestions related to our work, please send an email to webmaster@barnabas.net or write to: The Sabr Foundation, PO Box 958, Mt. Pleasant, SC 29465-0958, USA.

[Re-Quoted from www.barnabas.net]


Baca Juga

Tidak ada komentar